Kegiatan Belajar 4 PKSM - Menelaah Sistem Sinyal (Tanda)

Menelaah Sistem Sinyal (Tanda)


Sistem sinyal/ tanda pada sepedamotor merupakan perlengkapan standar yang harus ada dan selalu berfungsi pada saat diperlukan pengendara agar pengendara lain mengetahui maksud kita saat berkendara. Sistem sinyal/tanda pada sepedamotor terbagi menjadi 2 yaitu Sistem tanda berupa cahaya dan Sistem tanda berupa suara.


1. Sistem tanda berupa cahaya.

Dimaksudkan untuk memberi tanda pada pengendara lain berupa cahaya /sinar. Sistem tanda berupa cahaya dibedakan menjadi :


a. Lampu tanda belok (sein)


Berfungsi untuk memberitahukan pada pengendara lain bahwa kita akan berbelok atau akan merubah arah .

Sesuai dengan aturan lalu lintas dan secara teknis agar dapat terlihat jelas oleh pengendara lain maka sinar ini harus berwarna kuning. Agar dapat dilihat jelas oleh pengendara lain maka sinar kuning tersebut harus berkedip hidup dan mati dengan frekuensi antara 60 sampai dengan 90 kali kedipan dalam 1 menit.


Lampu ini terletak pada bagian depan kiri dan kanan serta bagian belakang kiri dan kanan. Lampu tanda belok ini ada yang dipasang menyatu dan bersebelahan dengan lampu penerangan plat nomor dan ada juga yang dipasang segara terpisah

Untuk mempermudah pengendara dalam mengorasikan pada saat mengendarai dan akan merubah arah/berbelok maka saklar lampu tanda belok ditempatkan pada holder.

Pada kebanyakan sepedamotor saklar lampu tanda belok dirakit pada holder sebelah kiri


b. Lampu Rem.

Lampu Rem pada sepedamotor selalu ditempatkan pada bagian yangmudah terlihat oleh pengendara lain yang berada dibelakang kita. Fungsi lampu rem adalah memberi tanda pada pengendara lain yang berada dibelakang kita bahwa kita sedang mengurang kecepatan atau akan berhenti.

Sesuai dengan aturan lalulintas dan secara teknis dapat mudah dimengerti serta terlihat dengan jelas bahwa kita sedang mengurangi kecepatan atau berhenti, maka lampu rem harus berwarna merah. Lampu rem agar dapat menyala terang dan sinarnya merata pada seluruh lensa lampu belakang maka selain daya lampu harus besar (21 Watt).

Sumber: kumparan

Pada bagian belakang bola lampu dipasang reflektor sebagai pengarah cahaya. Pemasangan lensa berwarna merah dimaksudkan agar pengendara lain tidak silau ketika kita sedang menyalakan tanda/ mengerem, tetapi sinar lampu masih dapat dilihat dengan jelas dari jarak yang cukup jauh ( kurang lebih 10 s/d 50 meter ).

Lampu Rem pada sepedamotor biasanya dipasang dengan ketinggian sejajar dengan bagiaan tempat duduk seperti pada gambar 7 dibawah ini.


c. Lampu Blitz (dimer).

Pada sebagian sepedamotor dilengkapi dengan lampu blitz, lampu blitz adalah lampu jauh yang dapat dinyalakan sesaat dengan cara menekan tombol lampu blitz yang ada pada holder kemudi. Fungsi lampu blitz adalah untuk memberi tanda pada pengendara lain pada saat akan mendahului kendaraan didepan sebagai isyarat pengganti klakson.



2. Sistem tanda berupa suara.

Sistem tanda suara pada sepedamotor hanya satu macam, yaitu Klakson. Fungsi klakson adalah untuk memberi tanda pada pengendara lain pada siang hari bahwa kita meminta prioritas jalan. Klakson tidak boleh digunakan pada saat malam hari karena suara klakson akan membingungkan pengendara lain karena pengendara lain tidak mengetahui darimana arah sumber suara. 

Sumber: ototrend



Comments