Diagnosa Sistem Penerangan AC dan DC

 

Memperbaiki Kerusakan pada Sistem Penerangan

 

A.      Diagnosa sistem penerangan

Untuk dapat memperbaiki kerusakan pada sistem penerangan dengan tepat maka perlu dilakukan diagnosa terlebih dahulu, agar diagnosa kerusakan dapat dilakukan tepat diperlukan pengetahuan tentang sistem, cara kerja system penerangan mulai dari sumber tegangan sampai dengan lampu-lampu. Diagnosa dapat dilakukan dengan cara melihat secara visual maupun mengukurnya. Berikut macam-macam rangkaian sistem penerangan /lampu kepala.

Pada rangkaian system penerangan AC Sumber tegangan sistem penerangan ini diperoleh dari generator pembangkit tegangan AC yang berada didalam roda magnet. Untuk membatasi tegangan yang keluar dari generator agar tidak merusakkan sistem penerangan maka sumber tegangan perlu diregulasi dengan sebuah regulator rectifier Pada sistem penerangan ini bila ditemukan lonjakan tegangan berupa nyala lampu yang tiba-tiba terang dan redup/tidak konstan pada putaran mesin menengah sampai tinggi, hal ini kemungkinan disebabkan terjadi kerusakan pada regulator rectifier.

Sumber: Gridoto.com

Rangkaian sistem penerangan yang lain adalah rangkaian sistem penerangan DC. Rangkaian sistem penerangan ini menggunakan sumber tegangan dari baterai yang berfungsi untuk mensuplai arus ke rangkaian melalui kunci kontak. Rangkaian sistem penerangan ini berbeda pada kostruksi generator pembangkit tegangannya. Generator dalam hal ini bertugas hanya mengisi arus ke baterai saja agar baterai tidak kekurangan isi akibat dari penggunaan arus listrik ke sistem penerangan.

Perbedaan yang nampak jelas dari rangkaian sistem penerangan AC adalah sumber tegangan yang digunakan serta rangkaian dirangkai melalui kunci kontak. Hal ini agar sistem penerangan dapat berfungsi hanya pada saat kunci kontak di “ On “ kan atau mesin hidup agar baterai tidak kosong pada saat pengendara lupa mematikan saklar lampu kepala pada saat mesin dimatikan.

Konstruksi generator juga berbeda dengan generator pada sepedamotor dengan sistem penerangan AC. Generator Pembangkit menggunakan 2 kumparan yang dirangkai secara seri dan membentuk sudut 120 derajat dan pada kedua ujungnya disearahkan dan diregulasi oleh regulator rectifier. Ini dimaksudkan agar pengisian baterai menjadi lebih besar dan rata arusnya.

Untuk membedakan sistem penerangan AC atau DC pada sepedamotor dilakukan dengan Cara :

1.       Putar kunci kontak ke posisi “ On “

2.       Geser saklar lampu kepala

3.       Perhatikan lampu kepala, bila menyala rangkaian sistem penerangan DC

4.       Bila kunci kontak On saklar lampu kepala “ On “ lampu tidak menyala, Start/ hidupkan mesin, pada saat bersamaan mesin hidup jika lampu kepala menyala maka rangkaian sistem penerangan AC.

Pada sistem penerangan AC bila terjadi gangguan maka untuk melakukan pemeriksaan fungsi selalu dilakukan dengan menghidupkan mesin terlebih dahulu. Pada sistem penerangan DC jika akan melakukan pemeriksaan fungsi cukup dengan memutar kunci kontak pada posisi “On“ bisa tanpa menghidupkan mesin, dengan catatan kondisi baterai Baik.

SOAL!

SILAHKAN KERJAKAN PADA GOOGLE CLASSROOM MASING-MASING TENTANG ANALISA KERUSAKAN BERIKUT!

JIKA SEPEDA MOTOR YANG MENGGUNAKAN RANGKAIAN SISTEM PENERANGAN AC BILA LAMPU LAMPU SERING PUTUS/MATI TERBAKAR, LAKUKAN PEMERIKSAAN PADA BAGIAN-BAGIAN BUAT TAHAPAN PEMERIKSAANNYA.


Comments

  1. 1. Periksa sambungan antara terminal yang ada pada swicth Dengan menggunakan multimeter atau saklar ohm meter x 1k untuk menentukan hubungan atau baik tidaknya sambungan.
    2.pastikan saklar terhubung Dengan baik atau lihat tanda "0 0" pada multimeter menunjukkan terminal memiliki hubungan kontinuitas yaitu sirkuit / rangakaian tertutup pada posisi switch uang yang bersangkutan.
    3.jika terdapat sambungan yang kurang baik atau tidak ada hubungannya kontinuitas maka harus diperbaiki atau ganti bila perlu pada swicth tersebut

    ReplyDelete
  2. 1) Periksa sambungan antar terminal yang ada switch (atau konektor switch) dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter x 1Ω) untuk menentukan benar atau baik tidaknya sambungan.
    2) Tanda “0 0” menunjukkan terminal yang memiliki hubungan (kontinuitas) yaitu sirkuit/rangkaian tertutup pada posisi switch yang ditunjukkan (yang bersangkutan).
    3) Jika terdapat sambungan yang kurang baik atau tidak ada hubungan (kontinuitas), perbaiki atau ganti (bila perlu) switch tersebut.

    ReplyDelete
  3. Periksa sambungan antara terminal yang ada pada switch (atau konektor switch) dengan menggunakan multimeter (skala ohm meter x 1K) untuk menentukan hubungan atau baik tidaknya sambungan.
    Pastikan saklar terhubung dengan baik atau lihat tanda “0 0” pada multimeter menunjukkan terminal memiliki hubungan (kontinuitas) yaitu sirkuit/rangkaian tertutup pada posisi switch yang bersangkutan.
    Jika terdapat sambungan yang kurang baik atau tidak ada hubungan (kontinuitas) maka harus diperbaiki atau ganti (bila perlu) pada switch tersebut.

    ReplyDelete

Post a Comment